Ketika Nafas Mulai Berhembus…
Jam 00.00 lewat 10 detik…
Secangkir kopi hangat terlihat mengeluarkan asap…
Bersit suara jangkrik terdengar sayup-sayup lirih…
Kuhirup nafas dalam-dalam, tanda mulainya sebuah pekerjaan baru…
mulai kutulis sedikit kata-kata baru dalam file words berjudul "SOLUSI BERSAMA", yang sebenarnya telah ku-save selama 4 bulan belakangan ini, namun hanya berupa judul, tanpa isi…
Detik ini kumulai lagi..
sebuah usaha kecil yang kuberi nama ‘mencari arti baru’…
mencari arti baru dari setiap indra yang kurasa..
mencari pemaknaan dari setiap kejadian…yang ternyata.. sempat membuat tangan membeku untuk menulis…. jari terlalu berat untuk hanya digerakkan memencet huruf-huruf penyusun makna….
"SOLUSI BERSAMA", judul yang kutulis beberapa bulan lalu, terasa berat untuk dijabarkan dalam kata-kata, karena memikirkan judul itu membuatku seolah terkubur dalam sebuah aliran ide dan usulan solusi yang tak henti..seolah semua ide dan usulan harus diambil agar mencapai hasil…hasil yang membuatku puas…dan keterkuburanku membuat waktu terasa seperti angin puting beliung yang menerbangkanku ke ribuan pandangan yang tak sempat kupahami….
"Tak Harus Selalu Sama"….
Tema itu yang kurasakan ketika aku memberanikan diri melanjutkan jabaran judul "SOLUSI BERSAMA" … judul itu seolah kujadikan lawan berfikirku ketika menulis….aku tak harus sama agar bisa menghasilkan sesuatu…kadang aku harus dalam posisi yang berseberangan untuk mencapai tujuan bersama…Kontradiksi seringkali menghasilkan solusi keseimbangan di sebuah realita….
Ketidaksamaan menggiringku ke dalam sebuah pengakuan…bahwa perdamaian dikala kita membutuhkan ide baru sangatlah tabu untuk dijadikan pilihan……proses yang baik adalah benturan…
seolah benturan tempa tukang besi, yang membentuk sesuatu menjadi barang baru yang utuh…..
Perdamaian ada ketika kita mengakui sebuah bentuk yang utuh…
ketika sebuah bentuk belum utuh…tabu kita untuk berdamai….
kadang untuk mencapai bentuk yang utuh…orang memaksakan diri…menginjak orang lain untuk mengakui…yang hasilnya hanya akan menjadikan realita semu…seperti realita semu ala George Bush yang menggambarkan dunia seperti koboi-koboi yang heboh,melihat suku baru bernama Indian….
sungguh tak seru melihat realita yang dibuat mr.Bush….realita yang menawarkan perdamaian yang berbuntut penghinaan diri…dan kebanggaan semu dari sebuah penginjakkan makna hidup……
Tak ada yang bisa dipuaskan dari realita sejati…
Untuk puas…kita butuh rasa tak puas…benturan biasanya menciptakan atau diciptakan dari ketidak puasan…
benturan itu perlu…hingga terasa kesetaraan….
dan ketika orang mencapai kesetaraan…. perdamaian itu akan datang…..
perdamaian itu tak perlu dibuat buat….dia akan datang sendiri…ketika kita berani menunjukkan diri secara setara, utuh, dan tak dibuat-buat….
kadang di beberapa kelompok, kematian adalah perdamaian yang abadi…perdamaian bukanlah pilihan, sama seperti kematian… ……
Ketika nafas tak berhembus, orang berhak mendapatkan kubur…
namun ketika nafas masih berhembus..realita pun mengalir seperti angin….
keseimbangan…kini hanya menjadi permainan orang2 yang ingin mencapai kesenangan….
