Archive for November, 2006

Kinjuku: Di Ufuk Timur Kulihat Sang Maharaja berpetuah..

Friday, November 17th, 2006

Minggu 12 nopember ada peristiwa seru di negara Kinjuku..

sebuah negeri yang diisi para pendagang dan pujangga. Negeri yang memiliki Raja yang sangat adil, bahkan saking adilnya Sang Raja selalu menyelesaikan masalah rakyatnya tanpa ada pihak yang merasa dirugikan.

Tak ada penjara di Kinjuku, tak ada pengadilan di Kinjuku, tak ada satupun hak rakyatnya yang dirampas…Yang ada disana malah rakyatnya yang selalu belajar memecahkan masalah..dan para pedagang menyelesaikan dagangannya hingga mendapat untung  dan kesenangan bagi para pembelinya…Para Pujangga hidup dengan tulisan tentang indahnya realita…dan rasa lelah dan bosan hanyalah candu yang mudah dihindari,karena lelah dan bosan hanya akan membuat dunia terasa berhenti

Sepertinya seluruh tanah di negeri ini diberkati oleh Sang pemilik alam. Diberkati karena setiap ingin selalu berakhir ada, setiap kesenangan berakhir syukur, setiap kita memulai keinginan selalu berjalan konsisten dari awal hingga akhir . Rakyat tahu.. bahwa untuk tahu langit, kita harus tau bumi, untuk menjadi ada selalu diawali tidak ada, untuk menjadi sesuatu itu harus selalu dimulai dari kenisbian atau O…

Yang muda berbuat sungguh2 untuk meng-wujud-kan keinginannya.  Wujud  yang biasanya  memberi pencerahan. Kontinyu…terus berbuat..tak ingat waktu…

Sedangkan yang tua, yang sudah lama mengarungi sang waktu…mengeluarkan pengalaman masa muda yang dibungkus dalam kata kata penyemangat bagi yang muda…cermin untuk yang muda….sebuah tutur  yang aduhai semok-nya….

Kini saatnya, tanggal 12 November, raja Kinjuku –Zulu- biasa mengadakan panggung rakyat di alun alun taman Borneo… semua diundang…. Tanggal 12 dipilih karena 312 tahun yang lalu janggawareng (istilah buyutnya buyut –dalam bahasa sunda) dari raja Zulu pertama kali menemukan mata air di taman Borneo- dulunya hutan…. Mata air ini menjadi alat pemersatu dan mengundang para penjelajah hutan lainnya untuk menetap di hutan Borneo..yang kemudian dijadikan sbuah Negara bernama Kinjuku…

Mata_air

Semua bergembira

Kini rakyat telah berkumpul…menantikan kemunculan raja Zulu di panggung alun-alun…menantikan petuah-petuah raja yang akan dijadikan panduan menghadapi tahun berikutnya.
Konon kabarnya raja Zulu diberkahi dengan kelebihan—bisa membaca bahasa alam—Beliau memiliki satu petuah yang sangat dipegang dan dijadikan pegangan orang orang Kinjuku…

“….jadikan diri kita seolah menjadi mata air..dan bila kita tak mampu lagi menjadi mata air…temukanlah cara dimana engkau bisa  seolah menjadi mata air..Karena kalian semua adalah mata air”….

“Kedamaian dalam air…kedamaian dalam kebeningan…pancaran yang memberikan kehidupan…itulah mata air….Tak ada yang tersembunyi..semua memancar..bergerak ke semua arah…. Dan menjadi rebutan orang orang dahaga……” Tutur Mio, salah satu penjaga gerbang alun-alun, yang menjelaskan sedikit arti dari kata kata raja Zulu..

“…DAN Ini petuahku untuk tahun ini, bila kalian telah berpencar…carilah rasa bersatu…karena tak ada yang lebih kuat dan menjadi perhatian apabila kita bersatu dan menghilangkan dahaga orang lain…selalu lihatlah kemana air mengalir…karena setiap perpisahan akan berakhir di samudera yang lebih luas…

…Setiap perselisihan dan masalah yang terselesaikan akan membuat wadah kita—manusia—menjadi semakin luas….

…Di titik tertentu, di masalah tertentu, dan waktu tertentu kita akan berbeda pendapat… kita pasti berpencar di segala arah…namun jangan khawatir..jangan menyerah….

…..kita akan bersatu di titik yang jauh lebih luas…yaitu lautan….jangan menyerah untuk bersatu…….

‘…jangan menyerah untuk bertemu lagi di samudera….

……DAN sekali lagi….Ini adalah petuahku untuk tahun ini….”

Raja Zulu terdiam ….warga kerajaan Kinjuku terdiam……..dan panggilan malam pun datang….. azan maghrib telah tiba….

…Semua kembali kerumah,dan saatnya kembali keruang kecil mereka…saatnya  menunaikan shalat…

…. Shalat, kembali ke titik 0….kembali merasa di tengah alam semesta yang luas……dimana Tuhan ada disana…bertemu dengan kita……….kita hanyalah air air yang mengalir dari mata air…