Archive for August, 2006

JANGAN BeRHEnTI MeLAnGKaH TeMaN!!

Friday, August 25th, 2006

Langkah
Isabel melamun di depan jendela..
sudah tiga hari…
Isabel bercerita padaku…diari yang terbungkus kulit kayu..bahwa harapannya lepas seperti balon gas …
Kini ia hanya terpaku di depan jendela…tak mampu menulis di kertas lain..hanya di dalam lembar kertasku..

sepertinya kaki Isabel tak bisa melangkah..
hanya matanya yang mampu menatap jendela …dan dibalik jendela itu hanya ada taman kecil dengan kolam air mancur yang selalu memancar, karena airnya memang datang dari mata air..

mata air itu apabila ditatap akan selalu memberi kesegaran..
tapi kali ini..
sudah berhari-hari tatapan isabel pada mata air hanya menghasilkan kebekuan suasana…
tak ada lagu-lagu balad pendek yang selalu ia nyanyikan di sela-sela menulisiku…
“Berayun daun muda tertiup angin gunung”
”Bagaikan dara yang akan jatuh dalam pelukan”
“Andaikan aku bisa mencari”
“Kan kucari embun pagi itu , walau kulalui malam hari”….
Lirik itu awalnya ditulis di kertas bungkus teh
lirik itu awalnya muncul karena perasaan yang indah dalam penantian..
perasaan yang indah karena terbuai janji..

Tulisan Isabel terakhir padaku hanyalah kata kata:
” jauh aku harus menatap matanya”
“karena ku tak tahu apa yang ia inginkan lagi”
“jawaban ‘iya’ ku hanya menjadi obat untuk menatap dalam penantian yang lama”

Isabel kini tengah menghentikan inginnya menulis..
menghentikan apa yang membuat ia terus memutarkan inginnya..
kini ia telah jauh dari ingin..kini ia telah jauh dari mimpi..bahkan keinginan untuk mimpi pun telah hilang…

untuk Isabel..aku hanya ingin memberikan sedikit tawaran..
baliklah halaman kertas yang tlah kau tulis..
lihatlah kertas-kertas kosong yang masih tersisa..
lihatlah kekosongan mu saat ini…isilah ia…
jangan dulu kau buka tulisan-tulisan lalu..
bukan mulutmu yang harus terdiam…tapi hanya kertasku yang berhak terdiam karena kosong..dan seharusnya kau isi..
jangan berhenti menulisi kertas kosong..
jangan berhenti melangkah….

kakimu sedang membentur dinding…dinding-dinding realita yang jauh lebih rendah dari mimpimu..
langkahi dinding itu dengan kakimu yang satu lagi..
jangan kau berhenti di balik dinding…karena mimpimu adalah langit realitamu…
dan karya mu adalah tanah bagi pijakanmu…….

Kau kabulkan doaku…sekali lagi…

Thursday, August 10th, 2006

Ripz_2

fiuuh….

sebenarnya batin ini lagi tenang..
sebenarnya dunia ini lagi tenang..
kelihatannya saja..

tapi mungkin itu adalah hiburan yang diberikanNya …yang harus kusukuri
hiburan diantara rawa-rawa ikan gabus…yang terlihat mendongak kelaparan…
hiburan diantara padang-padang tanah berlipan….yang siap menyengat..

fiuuh…
sebenarnya aku tidak peduli..
dengan penggapaian ikan-ikan yang ingin mengejar umpan..
berlenggak lenggok seolah terlihat sebagai ikan-ikan yang bisa dijual mahal…
kelihatannya saja…

tapi itu mungkin adalah ujian yang baru dilihatkanNya padaku…yang harus kulalui dengan senyum tulus
ujian diantara padang-padang tanah berlipan…yang siap menyengat…

ikan-ikan yang mencari umpan…jangan sampai mulutmu terkoyak..

lipan lipan yang mampu menyengat…hati hatilah dengan kaki manusia yang menginjak…

begitu banyak pelajaran yang Kau berikan Tuhan…sehingga ingin tersenyum..tersenyum..dan tersenyum lagi…

Maha banyak Kau kabulkan doaku…dengan cara yang tak kuduga…….

terima kasih Tuhan….atas keindahan dan keragaman yang Kau beri……


salam untuk negeri yang siap berperang……bukalah mata selalu..dan lihatlah negeri awan…yang diisi para penjaga alam…. keseimbangan akan datang…membelah emosi yang seolah gembira berdiri di ujung pedang…….begitu banyak yang terpancing..melawan realita …hmm..kulalui saja..toh semua harus belajar…bagaimanapun caranya….

negara vs bangsa

Wednesday, August 9th, 2006

Dpr_buangsat_1

ini mah sedikit tanggapan saya di forum editorial media indonesia….tp kayaknya bisa juga buat noel para penjahat di gedung senayan itu…

djatjk

hehe..saat ini saya agak “sedikit” lebih bangga menjadi bangsa indonesia…dibandingkan bernegara indonesia….
bangsa indonesia yang notabene terdiri dari suku-suku yang berbeda…dahulu sama-sama ingin ‘memayungi diri” dalam sebuah wadah yang bernama NKRI….hmm…lalu dibentuklah sistem-sistem itu…sistem-sistem negara yang harusnya menjadi payung bangsa ini..lambat laun berubah menjadi penjara, fitnah, bahkan neraka bagi bangsanya sendiri….
harusnya kita bisa bercermin…semangat apa yang membuat kita ingin bersatu…dan semangat apa yang membuat kita ingin saling terpecah belah….
harusnya bangsa ini bisa berkumpul kembali,…harusnya negara ini melindungi anak-anak bangsa ini..bukan melindungi “alat-alat” yang menjalankan negara…dan secara perlahan..berubah menjadi alat pemecah bangsa …..