Archive for November, 2005

Mencoba bersyukur saat hati merasa tumpul

Friday, November 11th, 2005

Kertas_terbakar

Hari ini adalah Sabtu. seharusnya sekarang adalah hari libur gw, saat yang seharusnya tepat untuk mengistirahatkan syaraf-syaraf otak yang seminggu ini (hmm..kepotong 2 hari senin-selasa libur lebaran) terpakai, terkuras, dan mulai mengeras.  Hari yang pantas untuk tidur panjang sambil merasakan angin dari kipas kecil berdebu di kosan gw….

Tapi terus terang gw sedang merasa ga nyaman di hati. Karena ada sedikit rasa kesal yang mengganggu ketenangan batin gw, ketidaktenangan ini mungkin berasal dari adanya rasa tidak seimbang dalam badan gw. Rasa tidak seimbang ini kalo gw rasa mungkin berasal dari batin gw yang sedang bermasalah. Batin…yang gw anggap  sebagai tim penasehat dari sebuah organisasi pemerintahan yang bernama "GUWE"…. Tim penasehat gw ini sekarang keliatan lagi murung…gw penasaran dengan beliau

Gw pengen menyelidiki hal itu di hari sabtu ini..Biar ketidakseimbangan batin ini dapat ditopang oleh sedikit jawaban dari perenungan hari ini… Biar besok minggu bisa gw rasakan sebagai hari libur yang menenangkan.Gw pengen menyelesaikan persoalan ini dengan salah satu cara gw. Menulis. Yak..menulis! Tulis aja semua yang lu rasain…ga usah mikirin gimana caranya menulis…pokoknya tulis aja….masalah bagus atau tidak bagusnya kalimat itu mah urusan nanti saat mengedit tulisan. Gw inget kata-kata itu pernah diucapkan oleh rekan kerja yang memang sudah jago menulis. yak..kalo mu nulis..tulis aja!…

Aku harus bersyukur pada smua yang telah terjadi. aku harus bersukur pada Tuhan atas realita yang telah terjadi, atas realita yang sedang terjadi, dan yang belun terjadi. Realita….kadang   gw artikan sebagai sebuah pementasan yang sempurna….kala mimpi/rencana pribadi, naluri, lingkungan, badan, dan waktu saling bersaksi, saling menyanyikan sebuah choir tentang kesempurnaan rencana Ilahi. gw anggap semua  yang terjadi berada dalam satu skenario, satu ikatan pristiwa yang berkaitan dan sebenarnya saling mengenal.

Tapi yang gw sekarang rasakan….batin gw..sang penasehat gw sedang tersudutkan…yang parahnya… badan gw sendiri tak merasakannya…. hal ini membuat gw tidak seimbang…dan sempat keceplosan bertanya pada Tuhan ketika gw mengingat realita yang gw hadapin…."Tuhan, kenapa ini harus terjadi"….sebuah pertanyaan yang retoris…yang mungkin membuat Tuhan tersenyum…karena jawabannya gw tlah tau sendiri…"kejadian ini terjadi…karena ya memang harus terjadi… Apakah kau tidak melihat ini sebagai tanda2 penciptaanKu"….mungkin itulah jawaban Tuhan….sehingga sering sekali gw merasa tersipu malu dengan kebodohan ini dan dngan pertanyaan  yang sering diulang itu. Semua kejadian itu terukur…dan seharusnya kita bisa membacanya secara lahiriah…maupun hanya batin yang mampu membacanya…

Gw mulai membaca mappingnya…kenapa batin gw sedang tersudutkan. Batin gw mungkin telah membaca sebuah tanda2 dari realita…namun badan ini…seluruh anggota organisasi pemerintahan di dalam "GUE" belun bisa menerima hasil analisa dari batin gw tersebut. Makanya dia merasa terabaikan.   G ada senyum sama sekali pada gw hari ini… padahal gw sedang membutuhkannya untuk mengobrol bersama karena hari ini sedang libur. Ah…..seperti anak kecil saja…..padahal dia sudah bersama dari lahir….dari 28 tahun yang lalu.

Gw memang sedang istirahat di hari Sabtu ini…tapi apabila harus menelan usul dari batin ini…mungkin gw harus terus bergerak…dia memang belun mau istirahat…tidak seperti badan gw yang lain yang sedang kelelahan. Si Batin ini mungkin kelelehan juga…cuman dia merasa ada sesuatu yang harus dilakukan oleh seluruh badan ini…Bergerak di hari sabtu yang seharusnya libur. Gw harus bergerak…bergerak…bergerak….mungkin batin ini harus pingsan kelelahan agar badan bisa istirahat. Tapi yang pasti…ada yang masih dicari oleh si batin ini… Dia mencari realita yang membuat ia tersenyum….mungkin ada sedikit realita hari kemaren, yang membuat ia tidak beristirahat di hari sabtu yang menenangkan mata ini. Gw tidak tahu tepatnya…mungkin hanya batin ini aja yang bisa menjelaskannya…tapi gw tidak menulis dengan batin…batin hanya bisa berbicara, menilai, dan berekspresi. Tangan gw adalah bagian lain dari badan gw…dan realita yang ada di badan ini.

Satu hal yang pasti…gw tidak mau terjerumus menjadi seorang perasa…gw ingin bisa bersyukur…agar bisa terus belajar….mencari solusi dari masalah yang ada…masalah yang seharusnya ada…masalah yang akan ada…dan masalah yang seharusnya tak ada…setiap jenis masalah, solusinya pun jenisnya beda. Gw ingin terus bersyukur….bersyukur dengan ikhlas, sehingga gw selalu ditopangNya …walau badan ini kelelehan…gw  tetap bergerak…walaupun gw mati kelelahan…gw tidak merasa…karena semua indah dan pahit adalah kehendakNya….

Berkata Maaf itu mudah, BerIkhlas itu yang susah

Monday, November 7th, 2005

Saya takut mengatakan hal ini sekarang, karena hari fitri baru berlalu 4 hari…tapi semua kata maaf yang saya ucapkan mungkin di mata Tuhan tidak berarti apa2?…

Teringat kata2 AA Gym, dan teringat pula ucapan rekan kerja ku yang sangat kuhormati….kata maaf tiada berarti tanpa keihlasan….

keihlasan….menyerahkan segala urusan kepada Allah,setelah usaha untuk melakukan yang terbaik tlah kita laksanakan….apapun hasil usaha dan effort kita…itu adalah semua kehendak-NYa….

Melakukan yang terbaik …akan akan selalu bernilai plus….walau kadang susah untuk melakukan hal yang terbaik di lingkungan yang sangsi akan kemampuan kita….walau kadang susah melakukan yang terbaik dikala tak ada reward yang kita terima….hmm…aku mulai mengerti..

…kadang kala kita mengharapkan reaksi dari aksi kita…maka akan ada kekosongan di batin kita kala kita tidak memperoleh reaksi….dikala kita tidak memperoleh reward yang sesuai impian kita….impian2 bodoh lagi yang sok jadi realita…..

…dikala inilah kita sangat membutuhkan keihlasan……disaat batin menginginkan reward sebagai pengganjal harapan..disaat batin menginginkan mimpi menjadi realita…maka disanalah kita butuh keihlasan….dikala batin menjadi tidak seimbang….timpang….disitulah mungkin kita  harus bersandar pd Qada dan QadarNya…..

…target memang harus dibuat…mimpi yang indah hendaknya selalu dijadikan pencerahan….tapi keihlasan adalah cahaya yang lebih terang dari mimpi…..keikhlasan itu  seolah bagian dari senyuman Ilahi….keihlasan itu seperti keinginan untuk menunduk…menangis dihadapanNYa….dikala kita sedang kehausan di tengah padang pasir dan ingin membenci realita yang pahit….

..Padahal dia adalah realita pahit yang seharusnya kita syukuri..untuk dijadikan pelajaran…agar kita tau cara menghadapi realita pahit yang sama di waktu depan……

…keikhlasan….begitu penting bagi ku kini….

keikhlasan yang membungkus rapi mimpi2 indahku, mimpi2 itu selalu menjadi paduan yang indah dalam balutan keikhlasan….itu yang sedang ku cari…..kata kata yang menyuruhku agar selalu ikhlas selalu mengiang…..melebihi ingatanku atas perlakuan buruk orang lain terhadap hidupku….yang mungkin dengan gampang kumaafkan…

keikhlasan pun kini ingin kuselimuti dalam seluruh kebencianku….kebencian karena tersakiti…terabaikan…terlecehkan…..ingin kubungkus semua itu dalam keikhlasan…aku tak ingin hanya membungkusnya hanya dalam kata maaf…karena maaf hanyalah ungkapan 4 kata yang mudah terucap…aku ingin membungkusnya lagi….agar semua rasa itu bisa terbungkus rapi…dan kubawa sebagai modal pembelajaranku….akan kupinggul 2 beban berat ini..impian indahku…dan rasa benci yang termaafkan…. dalam 2 buntelan yang terbalut keikhlasan……………………….

… Ya Allah….aku ingin agar Kau berikanku kekuatan untuk melangkah dengan membawa sdikit bekal ini……

…Ya Allah…aku ingin Engkau menatapku dari dekat….karena aku selalu ingin merasakan kelembutan cintaMu….yang selalu terpancar dalam realitaku…