Archive for August, 2005

Hidup ini panggung Sandiwara-kita harus bisa jadi sutradara (!)

Monday, August 29th, 2005

Kursi_antik

Angin sepoi-sepoi menghempas mukaku…
Namun kali ini anginnya bukan dari pohon yang melambai..
tapi dari bus debora yang melintas kencang di jalan raya depan kantor…
Mmm…mie ayam di pinggir jalan ini enak sekali..
5000 rupiah sudah cukup mengisi perut rakusku..
(padahal aku tadi siang sudah makan banyak, penunggu di perut ini munkin sedang banyak pikiran, jadi pengen makan banyak)
masih pusing dengan semua rencana
masih pusing dengan semua masalah yang memvisualkan diri terlalu dekat di depan mata
mungkin smua datang karena aku terlalu banyak diam
terlalu banyak membiarkan orang untuk mengikuti kata hatinya…

terlalu banyak membiarkan?…hmm..lagakku seperti sutradara yang membiarkan aktor bebas berekspresi saja…huhu..

aku selalu ingin mencari logika dari segala yang kulihat..
shingga setiap persoalan akan bisa ku baca seperti peta…yang memiliki jalan, memiliki objek2 tujuan,dan memiliki hirarki…bahwa sesuatu itu dekat karena dia memiliki jalan pintas, atau jauh karena dia memang belum tersentuh realita yang terkini…
seperti sebuah skenario…seperti sebuah storyboard…semua beralur..semua memakai frame per frame dalam menjelaskan masalah, semua terikat dengan waktu….hal-hal yang tidak terikat waktu hanyalah masalah-masalah belakang panggung…..

Bagai panggung yang baru digelar
hanya ada hamparan kotak yang kosong, dari susunan papan2 mendatar..itulah yang ingin kulihat dari sebuah masalah…

Aku ingin membuat sebuah skenario pagelaran terbaik di atas panggung itu…
aku ingin semua orang yang berjibaku di atas panggung adalah orang2 yang benar-benar cocok membawakannya..
jahat ya karena memang jahat
baik ya karena memang baik
sedih ya sedih
indah ya karena indah

Aku benci melihat aktor yang gagal berekspresi
gagal memerankan tugasnya
gagal memahami ceruk masalah dari skenario yang dia baca
apalagi sampai menyalahkan skenario

Kadang aku pun ingin membuat sebuah pertunjukan musik yang indah..
seperti live nya pink floyd di tajmahal
seperti album scene of memorinya dream theater dengan babak2 yang indah..

tapi semua ingin ini hanya menjadi teman tidurku
karena aku hanyalah aktor yang ingin jadi sutradara..
aktor-aktor pembelot..
aktor-aktor yang butuh panggung lebih luas lagi…

SEBUAH PAKET BERISI IBLIS…

Monday, August 8th, 2005

tanggal 8 Agustus di tahun Surga

Tuhan yang sedang bersemayam di Arsy memberikan kehendakNya..
“Coba lihat si Johan, betapa indah hidupnya…dia sangat senang menuai hasil fikirnya”…
“Hambaku Johan itu mungkin harus belajar lagi, dia terlalu terlena di rumah barunya..dia harus belajar lebih, karena Ku yakin dia bisa lebih”…
“Coba berikan ia setan yang paling matang dari golongan itu..(menunjuk ke sarang iblis)…” Itu Iblis ya Tuhanku?”ujar malaikat….Tuhan berkata..IYa, kirimkan Iblis!
bungkus dan kirimkan paket bungkusan iblis itu…Aku ingin ia belajar sesuatu yang baru dari paket iblis yang Kukirimkan…..

“Baik Tuhanku”….ujar malaikat…

===
Johan adalah pekerja keras…taun pertamanya seolah menjadi taun pembuktian buatnya…
semua kerja maksimal ia lakukan…hanya untuk memberikan yang terbaik

Johan punya mimpi kecil yang jarang ia ungkapkan ke teman-temannya, dia ingin membuat perusahaan ide…sebuah mimpi yang aneh…tapi Johan punya keyakinan yang kuat atas mimpinya itu…
alam adalah sumber dari segala sumber ide….menurutnya
“aku seharusnya bisa memapping alam”….”alam selalu memiliki pola-pola”…”kejadian pun memiliki pola-pola”….tinggal kita bisa membaca pola-pola alam itu…dan menerapkannya di kehidupan…..”hidup ini penuh analogi”…pikir Johan…
Ada sebuah mimpi yang aneh, namun lucu, Johan pernah bilang, “semua revolusi sudah terjadi, dari revolusi agama yang melahirkan tokoh-tokoh karakter manusia terbaik, revolusi perdagangan yg mengakibatkan munculnya kolonialisme, revolusi industri yang menciptakan ritme hidup yang lebih cepat, revolusi energi yang menyebabkan smua terlena dengan alat bantu, revolusi informasi yang menyebabkan tiada jarak untuk menyampaikan sesuatu……semua ada…Semua infrastruktur untuk revolusi baru sudah ada…yang sekarang dibutuhkan tinggal satu….”ide”…sapa yang berani jadi “otak” dengan memanfaatkan infrastruktur yang ada dan patern yang sudah kebaca di alam..dia yang akan menang……ada satu lagi revolusi yg bisa kita menangkan,…revolusi ide…mungkin rekan-rekan zionis leibh dulu bisa membuat mapping-mapping kejadian yang menguntungkan mereka…tapi mungkin mapping mereka tentang dunia baru tidak sepenuhnya akan jadi kenyataan..ada orang baru yang ikutan…ada sebuah tatanan yang lebih besar akan datang…
begitulah bunyi idealisme bodohnya Johan…

saat ini Johan merintis karir di sebuah kantor berita internet. Sebuah dunia yang penuh tantangan..

Seperti tantangan hari ini dikantor, dia dihadapkan pada seseorang yang benar2 keras kepala, narsis, sedikit2 nuduh filenya ada yang mencuri, dan makin gencar mengkritik hasil-hasil kerja johan.
“Padahal dia baru datang disini….tau apa dia tentang internet…padahal sebelumnya ia dagang buah….tapi tak apa…komentar orang awam adalah sebuah “data awal” untuk membuat “analisis pasar” produk kite”..selalu pikir Johan..pendapat ini dia yakini seperti rasa yakin dia saat perusaahan internetnya masih dibuat…orang banyak mencela..tapi Johan yakin pengunjung website dia akan overloaded karena beritanya yang asik dgn sistem hiperlink yang lengkap……tinggal klik satu berita…pembaca akan mengerti hirarki masalah/proses terjadinya masalah–> solusi dari berita yang dimuat….keren memang…

====
Johan tidak tahu bahwa rekan itu adalah paket iblis yang diantarkan malaikat untuk menguji Johan…
seandainya realita berita ini diketahui Johan, dia pasti tertawa…karena sangat tidak masuk akal….menurutnya…

Iblis yang selalu merasa berada di atas, iblis yang selalu mencurigai, iblis yang selalu memecah kekompakan dan membuat geng geng tak perlu…..tapi iblis selalu beda dengan setan, ia lebih kuat, ia lebih licin, dan ia lebih pintar menguasai situasi…..

Andai Johan bisa mengembalikan paket ini ke Tuhan dengan bungkus yang lebih indah, atau bisa membuat iblis yang berhati manusia, akankah mungkin Tuhan akan tersenyum?

Sebuah_paket_berisi_iblis

BErdiri diatas memori..sebuah BOYLIT kepedihan

Monday, August 1st, 2005

hidup di minggu yang penuh ketegangan..
semua terasa menekan kepalaku
Aku seakan dituntut mati oleh realita

Seperti ucapan guruku, “Di hari Senin kau harus bangkit walaupun terpejam!”
Aku memaksakan diri mandi di kamar mandi mungil kos kosan
berjejal dengan handuk dan cucian tetangga, yang tak tentu baunya.
Ingatan mulai merangkak naek ke otakku. Mungkin ruhku mulai memasuki badan dengan utuh..hingga aku ingat apa yang harus ku lakukan di hari senin awal minggu ini..
…mengurus kerusakan panggung yang tiba-tiba runtuh di pagelaran dangdut malam minggu…

Kemarin di hari Minggu surat panggilan dari kantor polisi tiba di rumahku…surat itu ditempel di pintu kos oleh ibu kos..surat yang sudah kuduga, namun tak ingin ku baca…ku merasa tahu apa yang harus dilakukan.
semua siang terlewati seperti sebuah prosedur protokoler pembuatan KTP
namun hari ini sungguh berbeda, semuanya kulakukan di kantor polisi..
males aku menceritakan detailnya..
semua seperti imajinasiku tentang buruknya kinerja kepolisian…penuh basabasibusuk…
akhirnya aku bisa pulang di sore hari…

…malam hari tak bisa dilewati dengan mimpi
…semua yang ada di pembaringan adalah jejak-jejak realita kemarin…
..saat acara berlangsung, tiba-tiba dinding panggung roboh ke belakang, menimpa rekanku Ariani hingga ia tak sadar, benturannya cukup keras, aku sangat kaget…
…aku tak bisa bergerak…

Selasa semua tidak bertambah baik..

Ariani..rekan seperjuangan, tergeletak sakit keras
Dia adalah salah satu teman wanita yang slalu satu pikiran denganku, dia adalah teman yang selalu membantu mewujudkan mimpi-mimpiku.
aku selalu dianggap pemimpi olehnya, coretan-coretan gambarku selalu dikomentari dengan pedas. Namun aku malah semangat. Dia selalu menggulung coretan gambar itu dan membawanya pulang dengan menggenggam gulungan gambar itu dengan erat.
aku selalu menanti apa yang bisa ia wujudkan di esok hari. Dia selalu membuat maket dari gambar-gambar awal coretanku, lalu dia sambil meledek berkata “Ni liat buatanku, semua cacat desainmu udah gue permak”. Tak tau kenapa, aku kehilangan kata-kata itu hari ini..
..Tidur kulewati dengan gambaran keinginan yang tak terwujud
…semua berbau Andai..
..Andai aku menurutinya…
..Andai desain panggungnya menggunakan background kain, bukan rangka besi yang berat…
..Andai dia menyertaiku saat aku menonton dari depan…sehingga ia tak harus menungguku di belakang panggung…

Pagi-pagi di hari Rabu, aku harus berangkat ke Rumah Sakit Carolus
pagi yang aneh.. hujan rintik memberi rasa sejuk di badan, namun timbul waswas dihati..
haruskah bumi membasahi dirinya begitu dini?…rasa khawatir menggerogoti kesegaran pagi ini…

Tak ada waktu untukku meneruskan gambar-gambar baru di meja kecil kamar kosku. Dari hari Senin, semua berisi keletihan berpikir.
Berpikir kenapa semua kecelakaan itu bisa terjadi.

…Ku percepat langkahku menuju rumah sakit Carolus.
..di kamar 203, Ariani terbaring lemah..
..pagi itu tak ada yang menjaganya…Aku adalah orang yang pertama hadir di ruangan itu,
bahkan mungkin di lantai 2 itu
… terlalu sepi suasana ini..
Dia masih bersahabat dengan mimpi,
…lengannya terlihat sedikit membengkak, akibat luka jarum infus.
Kata dokter waktu itu, benturan keras di kepala menyebabkan pendarahan di otaknya
Berita waktu itu kudengar dengan suara yang terngiang-ngiang
..karena ketakutan menutup telingaku saat mendengar realita yang sangat menyakitkan…

Kini matanya masih terpejam,
Air mataku tak tertahan…
Aku menangis..
Ego lelakiku tak mampu menahan tangis ini…
Tak ada keluarganya di kota ini
Tak bisa kutandatangani surat operasi ini
Dia harus dioperasi besar hari ini…
Yang bisa kulakukan hanyalah menghubungi keluarganya di seberang pulau…
Yang tak tahu kapan bisa datang

“ Oh tuhan yang memegang ruh di ubun-ubun..
Tolonglah sahabatku..
Tolonglah cinta dalam cita-citaku..
Dia adalah kaki dari cita-citaku yang selalu berjalan..
Kejadian ini sungguh berat untukku..
Aku tak bisa bergerak..karena realita ini seperti sumur sempit”..

Dokter masuk kamar, dan menyuruh ku menunggu diluar..
Keputusan terakhir,
…dia harus dioperasi, pendarahan semakin parah
…dan disodorkan surat itu kepadaku,karena waktu sudah tidak memungkinkan.
.…dengan resiko terberat yang menimpaku, bila terjadi sesuatu yang fatal kepadanya…..

Tak terasa hari sudah sore..
Operasi berjalan lama….sangat lama….aku tertidur….
Sayup terdengar dokter mendekat padaku…mengatakan sesuatu terdengar mengiang…penglihatan serasa menguning…aku tak tahan

Tiba tiba semua gambar muncul di pandangan gelapku..
Aku serasa bangkit namun di alam mimpi…
Ariani tersenyum…namun suasana terlalu gelap…aku tak bisa membalas…
Waktu-waktu yang berlalu terasa berulang…mengisi hari Rabu
……..

….Tak kuat ku berkata…
…karena kulewati hari rabu bersamanya…
…mengapa hari hari harus bernama
…mengapa gelap harus memisahkan terang….
…mengapa bangkit harus menyela tidur…

…hari ini aku bangkit…
…bangkit diantara tidur panjang sahabatku……
…berdiri diantara tanah yang bernisan……
…tak ada air mata untuk hari ini…
…tak ada gambarku yang bisa dicela hari ini…
…Ariani berpulang..tanpa kesadaranku
…aku terlalu sibuk dengan memorinya….
..atau aku terlalu cinta pada memorinya….
………….Tuhan…jagalah dia…Tuhan…temani aku…

.

Aku_ingin_mati_saja